Nasib Wanita yang Rekayasa Perampokan di Gresik, Terancam Sanksi Pidana

Seorang wanita berinisial AS (24) membikin laporan palsu mengenai perampokan yang terjadi di rumahnya di Perum Permata Suci, Manyar, Gresik.

Wanita asal Widang, Tubang hal yang demikian merekayasa perampokan dan melaporkan kehilangan barang berharga seperti Iphone 13 Promax, gelang, cincin, dan kalung.

Akibatnya, AS terancam bisa dihukum pidana.

Dikala lapor suami siri-nya, bukannya dibelikan lagi, malahan diajak lapor ke kantor polisi.

Sebetulnya ini yang membikin Pesek membikin keterangan palsu seolah-olah dirampok.

“Aku tak hilang atau dicuri orang, saya jual sendiri, uangnya saya berikan kepada seseorang. Kalau takut sama suami, sebab masih menyembunyikan dilema yang belum terselesaikan,” kata Azizatus alias Pesek.

Direktur LBH Gresik Raya, Michael Supriyadie mengatakan, pihaknya prihatin dengan tindakan yang telah dilakukan oleh pelaku AS alias Pesek.

“Atas perbuatannya hal yang demikian sehingga bisa dijerat dengan Pasal 220 KUHP perihal laporan palsu dengan ancaman Pidana 1 tahun 4 bulan,” kata Michael.

Ia ternyata, kata Michael, memenuhi unsur, pertama, adanya subjek tata tertib atau orang yang melakukan.

Kedua, melakukan tindakan berupa memberitahukan atau mengadukan suatu tindakan pidana.

Ketiga, tindakan pidana yang diberitahukan atau diadukan diketahui depo 10k tak dilakukan atau tak terjadi.

Keempat sanksi atas tindakan hal yang demikian ialah ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan.

“Tinggal Penyidik dari Kepolisian nantinya yang bisa menandakan unsur-unsur hal yang demikian bisa terpenuhi atau tak untuk menjerat pelakunya,” tambahnya.

Dihubungi terpisah, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan menuturkan akan mengamati mens rea nya dulu.

“Diinformasikannya (Azizatus) berbuat seperti itu sebab memang ada niat jahat atau sebab kondisi terpaksa. sebab bila mengamati kondisi yang bersangkutan, ia juga ialah korban dari investasi bodong. nanti berharap kita gelarkan dulu sama minta anggapan ahli,” tutur Aldhino.

sebelumnya, AS mengaku menjadi korban perampokan sebab menjadi korban investasi bodong dan takut ketahuan oleh suaminya.

AS mempersembahkan permintaan maaf kepada publik dan klarifikasi atas apa yang terjadi di hadapan awak media.

“Mohon maaf. Barang yang dilaporkan sesungguhnya tak hilang atau dicuri orang namun saya jual sendiri hasil uang itu saya berikan seseorang berkaitan dilema pribadi dengan saya,” kata Azizatus.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *