Rapat Dewan Gubernur BI Akan Turut Evaluasi Perkembangan Ekonomi Global

Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengatakan didalam Rapat Dewan Gubernur Bulanan atau RDGB terhadap minggu depan di antaranya mengevaluasi perkembangan ekonomi global terkini. Selain itu juga dapat dirumuskan kebijakan untuk merespons situasi tersebut.

Hasil RDGB itu rencananya diumumkan lewat konferensi pers terhadap Rabu pekan depan, 24 April 2024. Pasalnya, RDGB baru dapat dilaksanakan usai Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati menghadiri Sidang IMF – World Bank yang sampai kini tetap berlangsung.

“Di sana (Sidang IMF) mengupas mengenai berbagai perkembangan global dan juga dampak rambatannya lebih-lebih terhadap emerging economies,” kata Erwin sementara dihubungi terhadap Sabtu, 20 April 2024.m Pada pertemuan tersebut, perekonomian Indonesia disebut sebagai tidak benar satu negara berkembang yang kuat didalam menghadapi dampak rambatan global akibat ketidakpastian penurunan Fed Fund Rate (FFR) dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

IMF bahkan memproyeksikan perkembangan ekonomi Indonesia terhadap th. 2024 mencapai 5,0 persen lebih tinggi dari proyeksi negara tetangga, layaknya Malaysia 4,4 oersen, Thailand 2,7 persen, dan Singapura 2,1 persen.

Menurut Erwin, ekonomi Indonesia jadi tidak benar satu negara emerging market atau EMEs yang kuat didalam menghadapi situasi tersebut. Kekuatan itu ditopang oleh kebijakan moneter dan fiskal yang prudent dan koordinasi erat.

Untuk memperkuat ketahanan eksternal, Bank Indonesia berkomitmen untuk memelihara stabilisasi nilai tukar. “Kami tetap meyakinkan stabilitas Rupiah selamanya terjaga bersama intervensi valuta asing dan beberapa langkah lain yang diperlukan,” kata Perry didalam Sidang IMF World Bank di Washington DC terhadap 18 April 2024.

Langkah selanjutnya bersama pengelolaan aliran portofolio asing yang ramah pasar, juga operas moneter yang pro-market dan terintegrasi bersama pendalaman pasar uang. Kinerja perekonomian nasional itu bahkan mendapat pernyataan dunia lewat lembaga pemeringkat Moody’s. Serta berhasil menjaga Sovereign Credit Rating Indonesia terhadap peringkat Baa2, satu tingkat di atas investment grade, bersama outlook stabil.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *